Kamis, 10 Maret 2011.
Dimana hari ini, tanggal ini, bulan ini dan tahun ini.Kita
semua di tinggalkan oleh Almira Widi. Biasa kita panggildengan sebutan “ara”.
Orang yang selalu ceria, tidak menunjukan kalaupun dia memang sakit.Tanpa kita
ketahui dan sadari, dia meninggalkan kita semua dalam usia yang cukupmuda.
Meninggalkan kita semua untuk selama dan selamanya.
Dan..
Sabtu, 12 Maret 2012.
Tak terasa kita sudah di tinggal pergi oleh almh. Kita semua
masih tidak percaya kalau almh sudah tidak ada. Lalu, kita semua (anak-anak IX
G) berencana mengadakan tahlilan. Ya, tahlilan dimulai walaupun Cuma sedikit
hanya beberapa orang. Tidak masalah buat kami semua yang penting niatnya. Tahlilan diadakan di
rumah almh. Tahlilan berjalan dengan lancar.
Setelah tahlilan. Kita semua bercerita-cerita tentang almh
ara. Mama nya menceritakan tentang Ara sebelumnya bahwa Ara sudah diterima di
sekolah SMP di Yogyakarta. Namun, mama
nya membawa Ara ke kota Karawang
dan bersekolah disini. Mama nya pernah bilang dari Ara sendiri kalau Ara kadang
ingin pindah sekolah, ingin pindah ke Jogja lagi namun tidak jadi karena Ara
bilang kalau di Karawang dia punya
banyak teman. Mama almh terkadang sedih ketika ada anak-anak seusia kita yang
bias bercanda tawa riang bersama. Sedih karena ditinggal oleh anak semata
wayang. Beliau terkadang merindukan sesosok almh yang biasa sebelum berangkat
sekolah selalu memeluk mama nya. Beliau menceritakan tentang almh sebelum almarhumah meninggalkan kita semua. Intinya,
sebelum almh meninggal, almh sempat memeluk mama nya dengan erat sekali dan
almh bilang “mama, Ara sayang banget sama mama, jangan tinggalin Ara ya, mah”
mama nya pun menjawab “ iya Ara, ayo cepat pergi sekolah. Bentar lagi masuk
sekolah, nanti telat” ini kutipan ketika
mama dan Ara sedang berada di rumah. Lalu Ara pergi sebentar ke toilet dan
sesudah keluar dari toilet dia bilang “mah, Ara pusing banget, mahpusing” tak lama kemudian selang beberapa
jam. Ara dibawa ke rumah sakit. Sorenya setelah Ara dirawat. Dokter mengatakan
bahwa sesuatu. Beliau tidak mengetahui bahwa Ara mempunyai masalah pada organ
di bagian kepala. Setelah almh meninggal dan di bawa dari Karawang ke
Jogja dan menempuh waktu selama 11 jam. Almh dimakamkan pada malam hari sekitar
11 malam. Beliau mengihlaskan dengan sepenuhhati. Beliau pun yakin, tuhan
mengambil almh karena tidak ingin melihat almh sakit yang sangat menderita
tanpa orang-orang mengetahuinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar